Sunday, June 17, 2012

Perbedaan USG & Mamografi untuk pemeriksaan payudara

Apakah anda pernah mendengar USG atau Mamografi?

Perama kali mendengar USG dan Mamografi saya langsung mengerutkan kening,  karena istilah ini benar-benar baru buat saya. USG dan Mamografi adalah salah satu test kesehatan untuk memeriksa payudara. 

Sebelumnya diblog ini saya telah bahas mengenai SADARI, pemeriksaan payudara yang bisa kita lakukan sendiri. Nah, sekarang saya mau bercerita mengenai pemeriksaan payudara dengan teknik kedokteran yang lebih cangih. 

Mengapa saya tertarik bercerita disini, karena saya baru saja akan melakukan USG Payudara, karena saya merasa ada sesuatu yang berbeda dengan payudara saya. Akhir-akhir ini saya sering merasa ngilu di daerah payudara dan pada saat saya melakukan SADARI, saya merasa ada yang berbeda, saya merasakan ada seperti benjolan di payudara saya. Saya berencana memeriksakan diri ke dokter, tapi berdasarkan informasi yang saya dapatkan untuk melakukan pemeriksaan biayanya mahal, maka saya sedikit mengurungkan niat itu.
 
Tak disangka beberapa minggu lalu, teman saya Endah, menginformasikan bahwa salah satu rumah sakit di jakarta sedang melakukan program promosi pemeriksaan kesehatan yaitu di RS Siloam. dengan biaya Rp. 128,000 kita sudah dapat melakukan USG. Dengan segera saya menghubungi call center rumah sakit tersebut. Call Center yang saya telepon menanyakan apakah saya mau melakukan USG ataukan sekaligus dengan mamografi. Karena saya tidak terbiasa dengan istilah tersebut, saya  menanyakannya. Namun, saya tidak mendapatkan  jawaban yang memuaskan, dikarenakan bingung saya mendaftarkan untuk 2 pemeriksaan tersebut. 
 

Karena penasaran dengan istilah USG dan Mamografi, maka saya browsing dan mencari informasi ke rumah sakit tersebut mengenai USG dan Mamografi.  Setelah membuka-buka website dan brosur rumah sakit mengenai mamografi dan USG, saya baru tahu mengenai perbendaannya yaitu,

USG (Ultrasonografi medis) http://id.wikipedia.org/wiki/Ultrasonografi_medis
menurut wikipedia adalah teknis diagnotik pencintraan menggunakan suara ultra yang digunakan untuk mencitrakan organ internal dan otot, ukuran mereka, struktur dan luka patologi, membuat teknik ini berguna untuk memeriksa organ. 
USG Payudara berguna untuk:
  1. Menilai payudara yang sangat padat, sehingga sangat bagus untuk dilakukan pada usia dibawah usia 35 Tahun.
  2. Wanita Hamil dan Menyusui
  3. Wanita yang memiliki payudara dengan protese (implant)
  4. Membedakan tumor di payudara yang padat atau kista (berisi cairan)
  5. Memandu dilakukan FNAB (Fine Needle Aspiration Biopsi) pada payudara

MAMOGRAFI (http://id.wikipedia.org/wiki/Mammografi)
   Menurut website wikipedia, mamografi adalah proses pemeriksaan payudara manusia menggunakan sinar X dosis rendah (umumnya berkisar 0.7 mSv). 

     Mamografi berguna untuk,  
  1. Sebagai pemeriksaan deteksi dini/check up kanker payudara yang belum menunjukkan gejala. Menurut Amrican Cancer Society dan National Cancer Institute menganjurkan untuk melakukan mamografi sekali setahun bagi wanita diatas 40 tahun
  2. Sebagai pemeriksaan deteksi kanker payudara yang sudah menunjukkan gejala:
a. Ada benjolan atau penebalan di payudara yang tidak sakit
b. Sakit pada payudara
c. Terjadi lekukan di kulit payudara (seperti kulit jeruk)
d. Perubahan warna atau tekstur kulit payudara
e. Perubahan bentuk payudara
f.  Putting susu tertarik kedalam
g. Putting susu mengeluarkan cairan abnormal.

Perbedaan mendasar lainnya adalah Pemeriksaan payudara dengan USG dan Mamografi disarankan bagi wanita diatas 35 Tahun sedangkan bagi wanita dibawah usia 35 tahun, lebih disarankan untuk melakukan pemeriksaan payudara dengan USG terlebih dahulu. 
setelah mengetahui perbedaannya maka saya berketetapan hati untuk melakukan USG Saja terlebih dahulu. 

Ternyata untuk melakukan USG ataupun Mamografi tidak dapat dilakukan kapan saja, karena waktu yang tepat untuk melakukan USG dan Mamografi adalah, i
  • Sebaiknya dilakukan dalam keadaan sedang tidak menstruasi 
  • Bagi wanita usia reproduksi sebaiknya dilakukan pada hari 1 -14 dari siklus haid atau 2 minggu sebelum haid yang akan datang, 
  • Jangan melakukan mamografi 1 minggu sebelum haid karena pada saat ini payudara agak bengkak dan kadang-kadang ada rasa sakit 
  • Bagi wanit usai nonproduktif (menopause) dapat dilakukan kapan saja
Memang tidak ada persyaratan khusus sebelum melakukan pemeriksaan tapi ada hal yang harus dipersiapkan yaitu, Jangan menggunakan deodorant, bedak badan atau lotion pada payudara dan  ketiak satu hari sebelum dilakukan pemeriksaan dan hingga pemeriksaan. 

Pertama kali mendengarnya saya agak khawatir, bagaimana bisa untuk tidak menggunakan deodorant, namun hal ini diperlukan agar hasil lebih akurat. Jadi ngak pa-pa deh yah, ngak pake deodoran satu hari karena tekad saya sudah bulat untuk melakukan pemeriksaan.  saya akan mempersiapkan sebaik mungkin, dan melakukan testnya. 

Sumber : Brosur RS. Siloam dan Internet

No comments:

Post a Comment